Tegal Jateng , liputan99.co.id – Pemerintah Kabupaten Tegal resmi menyiapkan program 1.000 titik jaringan internet gratis sebagai salah satu upaya memperkuat akses informasi dan mendukung peningkatan budaya literasi masyarakat.

 

Program tersebut dilaunching dalam rangkaian kegiatan Festival Literasi Kabupaten Tegal Tahun 2026, yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Jalan Jenderal A. Yani No. 51, Slawi, Kamis (24/9/2026).

 

Launching jaringan internet gratis tersebut sejalan dengan rencana Pemerintah Kabupaten Tegal menerapkan program wajib membaca mulai 2027. Program ini disiapkan sebagai salah satu langkah untuk meningkatkan minat baca masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

 

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman mengatakan, berdasarkan kondisi saat ini, tingkat minat baca masyarakat Kabupaten Tegal masih berada di kisaran 32 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret dalam membangun budaya membaca.

 

“Program wajib membaca ini kita persiapkan untuk dilaksanakan pada tahun 2027. Saat ini persiapan teknisnya sedang dilakukan, termasuk sarana dan prasarana yang dibutuhkan,” ujar Ischak.

 

Menurutnya, keberadaan jaringan internet gratis di berbagai titik diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan bahan bacaan digital. Dengan demikian, kegiatan literasi tidak hanya bergantung pada buku fisik, tetapi juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi.

 

Program wajib membaca nantinya diarahkan kepada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi. Para pelajar akan didorong untuk membangun kebiasaan membaca secara rutin dengan memanfaatkan berbagai sumber bacaan, baik dalam bentuk buku maupun digital.

 

“Ketika program ini dilaksanakan, semua wajib mengunjungi perpustakaan. Ruang baca juga telah dilengkapi dengan AC dan dibuat senyaman mungkin, sehingga layak untuk disinggahi untuk menambah wawasan sekaligus menumbuhkan minat baca di kalangan pelajar,” terang Bupati.

 

Ischak menegaskan, perpustakaan tidak boleh hanya dipandang sebagai tempat menyimpan buku. Perpustakaan harus menjadi ruang belajar yang menarik dan mampu mengikuti perkembangan teknologi serta kebutuhan generasi muda.

 

Karena itu, selain menyiapkan ruang baca dan koleksi buku, Pemkab Tegal juga mempersiapkan akses terhadap bahan bacaan digital. Kehadiran 1.000 titik internet gratis diharapkan dapat menjadi salah satu infrastruktur pendukung agar masyarakat lebih mudah memperoleh informasi dan pengetahuan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, Teguh Mulyadi, mengatakan pihaknya mendukung penuh rencana penerapan program wajib membaca sekaligus pengembangan akses internet gratis tersebut.

 

Menurut Teguh, pembangunan budaya literasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk sekolah, perguruan tinggi, keluarga, masyarakat, serta ketersediaan fasilitas yang memadai.

 

“Dengan adanya kebiasaan membaca sejak usia dini, masyarakat diharapkan memiliki wawasan yang lebih luas dan kemampuan untuk mengakses serta memahami berbagai informasi,” terang Teguh.

 

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tegal, lanjutnya, akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, terutama lembaga pendidikan, untuk mempersiapkan pelaksanaan program wajib membaca.

 

Teguh menambahkan, program tersebut diharapkan tidak berhenti pada kewajiban mengunjungi perpustakaan atau membaca buku. Lebih jauh, pemerintah daerah ingin membangun kebiasaan membaca yang tumbuh dari kesadaran dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar.

 

“Program wajib membaca ini diharapkan tidak berhenti pada kewajiban mengunjungi perpustakaan atau membaca buku. Lebih jauh, pemerintah daerah ingin membangun kebiasaan membaca yang tumbuh dari kesadaran dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pelajar,” imbuhnya.

 

Dengan persiapan yang dilakukan sejak 2026, Pemkab Tegal menargetkan program wajib membaca dapat mulai diterapkan pada 2027. Ketersediaan buku, ruang baca, fasilitas perpustakaan, akses bahan bacaan digital serta jaringan internet gratis menjadi bagian dari ekosistem yang tengah dipersiapkan.

 

Melalui peluncuran 1.000 titik jaringan internet gratis tersebut, Pemkab Tegal berharap akses masyarakat terhadap informasi dan pengetahuan semakin terbuka, sekaligus mendukung terbentuknya generasi muda yang memiliki budaya membaca dan kemampuan literasi digital.