Makassar. Liputan99.co.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) Sulawesi Selatan menggelar aksi unjuk rasa damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait dugaan praktik korupsi di sektor pendidikan yang dinilai merugikan kepentingan publik, Senin, 29 Juni 2026.
Berdasarkan informasi pada poster aksi, massa dijadwalkan berkumpul pada pukul 11.00 WITA dengan titik aksi di Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan.
Aksi tersebut mengusung tema “Bersatu Melawan Korupsi Pendidikan dan Usut Tuntas Skandal”, dengan harapan aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan penyimpangan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
DPD GRIB Jaya Sulawesi Selatan menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penegakan hukum dan mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang bersih.
Organisasi tersebut juga mengajak seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta menyampaikan aspirasi secara damai dan bermartabat.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan yang berfokus pada percepatan proses hukum terhadap dugaan penyimpangan anggaran pendidikan, peningkatan transparansi dalam pengelolaan dana publik, serta penegakan hukum tanpa pandang bulu terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
Koordinator lapangan menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap dunia pendidikan dan diharapkan menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan agar setiap dugaan penyimpangan dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Aksi berlangsung dengan pengamanan dari aparat kepolisian guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif selama penyampaian aspirasi berlangsung.
Penyelenggara juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban umum serta menghormati hak masyarakat lainnya selama kegiatan berlangsung.









