karta. Liputan99.co.id – Kabar baik bagi pengguna bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. PT Pertamina Patra Niaga resmi menurunkan harga sejumlah produk BBM nonsubsidi yang berlaku mulai 1 Juli 2026. Penyesuaian ini membuat harga Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite menjadi lebih terjangkau dibanding bulan sebelumnya.
Sementara itu, harga Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green 95 tidak mengalami perubahan. Untuk wilayah Jakarta, Pertamax tetap dijual Rp16.250 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 bertahan di Rp17.000 per liter. Harga BBM subsidi juga tetap, yakni Pertalite Rp10.000 per liter dan Biosolar Rp6.800 per liter.
Penurunan paling mencolok terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp3.650 per liter, dari Rp24.800 menjadi Rp21.150. Sementara Dexlite turun Rp3.300, dari Rp23.000 menjadi Rp19.700 per liter. Adapun Pertamax Turbo kini dijual Rp19.300 per liter, turun Rp1.450 dari harga sebelumnya sekitar Rp20.750 per liter.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM nonsubsidi dilakukan melalui evaluasi berkala sesuai mekanisme yang berlaku.
Penetapan harga mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia, aspek fiskal, kondisi perekonomian nasional, serta daya beli masyarakat.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator agar tetap menjaga keseimbangan antara kepentingan konsumen dan keberlangsungan bisnis energi nasional.
Pertamina juga mengingatkan bahwa harga BBM nonsubsidi di setiap provinsi dapat berbeda karena dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan pemerintah daerah.
Masyarakat diimbau untuk mengecek harga terbaru melalui aplikasi MyPertamina atau situs resmi Pertamina Patra Niaga sesuai wilayah masing-masing.
Tidak hanya Pertamina, penurunan harga juga terjadi pada produk diesel nonsubsidi milik perusahaan lain. Shell V-Power Diesel turun Rp3.150 menjadi Rp21.340 per liter dari sebelumnya Rp24.490, sedangkan BP Ultimate Diesel juga turun menjadi Rp21.340 per liter.
Turunnya harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan sedikit keringanan bagi masyarakat dan pelaku usaha yang bergantung pada kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel di tengah dinamika harga energi global.
LP : Red









