MAKASSAR — Liputan99.co.id – Setiap perjalanan pengabdian pada akhirnya akan sampai pada satu titik yang disebut purna bakti. Namun, bagi seorang aparatur yang telah menghabiskan sebagian hidupnya untuk bekerja dan melayani, masa pensiun bukanlah akhir dari sebuah pengabdian. Ia justru menjadi ruang untuk mengenang perjalanan, menghitung jejak kebaikan, sekaligus membuka lembaran kehidupan yang baru.
Hal itu tergambar dalam momentum purna bakti Iskandar, S.Sos., M.M., Arsiparis Madya pada Dinas Kearsipan Kota Makassar.
Setelah menjalani perjalanan panjang sebagai aparatur dan berkecimpung dalam dunia kearsipan, Iskandar kini memasuki masa purna tugas. Sebuah fase yang tentu membawa beragam rasa—antara haru meninggalkan rutinitas kedinasan, bahagia karena telah menuntaskan amanah, sekaligus bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan pelayanan pemerintahan di Kota Makassar.
Bagi dunia kearsipan, pekerjaan mungkin tidak selalu terlihat di ruang publik. Namun, di balik dokumen, arsip dan berbagai catatan perjalanan pemerintahan, terdapat tanggung jawab besar untuk memastikan setiap rekam jejak administrasi tetap terjaga dan dapat menjadi bagian penting dari sejarah pemerintahan.
Di situlah pengabdian seorang arsiparis memiliki makna tersendiri.
Iskandar menjadi salah satu sosok yang menjalani tugas tersebut. Pengabdian yang dilalui tidak hanya berbicara tentang pekerjaan dan jabatan, tetapi juga tentang ketekunan, tanggung jawab serta kesediaan menjaga sesuatu yang mungkin tidak selalu terlihat, namun memiliki nilai penting bagi organisasi dan masyarakat.
Ucapan apresiasi pun datang dari Kepala Dinas Kearsipan Kota Makassar, Fahyuddin, A.P., M.H., beserta jajaran dan keluarga besar Dinas Kearsipan Kota Makassar.
Pesan yang disampaikan sederhana, tetapi penuh makna: terima kasih atas segala kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan selama menjalankan tugas.
“Selamat menikmati masa pensiun dengan kebahagiaan dan kesehatan.”
Kalimat tersebut menjadi simbol penghormatan atas perjalanan pengabdian yang telah dilewati.
Pensiun memang mengakhiri kewajiban sebagai seorang aparatur, tetapi tidak serta-merta menghapus nilai dari pengabdian yang pernah diberikan. Apa yang telah dikerjakan akan tetap menjadi bagian dari perjalanan organisasi, sementara pengalaman dan keteladanan yang ditinggalkan dapat menjadi pembelajaran bagi generasi yang melanjutkan tugas.
Kini, setelah sekian lama bergelut dengan dinamika pekerjaan dan tanggung jawab kedinasan, Iskandar memiliki kesempatan untuk menikmati waktu yang mungkin selama ini tidak selalu tersedia.
Lebih banyak waktu bersama keluarga. Lebih banyak ruang untuk menikmati kehidupan. Dan tentu saja, lebih banyak kesempatan untuk melihat kembali perjalanan panjang yang telah dilalui dengan segala suka dan dukanya.
Selamat memasuki masa purna bakti, Iskandar, S.Sos., M.M.
Terima kasih atas pengabdian, dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan.
Sebab jabatan boleh berakhir, masa tugas boleh selesai, tetapi jejak pengabdian akan selalu tinggal dalam ingatan.
Penulis : KA









