Mandau,Bengkalis, Liputan99.co.id – Seorang perempuan berinisial YZ (42) warga Kelurahan Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis ditemukan meninggal dunia di kawasan perkebunan belakang Brovit, Jalan Tegar RT 004 RW 010, Kelurahan Pematang Pudu, Sabtu (10/10/2026) siang.
Kapolres Bengkalis AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Mandau Kompol Primadona, S.H. membenarkan kejadian tersebut.
“Benar, personel Polsek Mandau telah melakukan pengecekan TKP penemuan seorang perempuan meninggal dunia di belakang Brovit Pematang Pudu,” ujar Kompol Primadona.
*Kronologi Kejadian*
Berdasarkan keterangan saksi-saksi di lapangan, peristiwa bermula pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Sebelum kejadian, korban bernama Yendrizawati (42) bersama beberapa orang lainnya berangkat berjalan kaki menuju kawasan belakang Brovit PT Vadhana untuk mencari berondolan buah sawit setelah makan siang.
Setibanya di lokasi kebun, korban tiba-tiba terjatuh ke tanah dan mengalami kejang-kejang. Melihat kondisi tersebut, saksi yang bersama korban langsung memeriksa keadaan korban, termasuk memeriksa denyut nadinya.
Karena saat itu cuaca sedang gerimis, para saksi kemudian membawa korban ke rumah warga di Jalan Tegar, Kelurahan Pematang Pudu untuk mendapatkan pertolongan. Namun setelah dilakukan pengecekan, korban diketahui telah meninggal dunia.
Menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima sekitar pukul 15.00 WIB, personel Polsek Mandau bersama piket fungsi Reskrim, Intel dan Bhabinkamtibmas segera mendatangi lokasi untuk memastikan kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung dan sebelumnya pernah mengalami pingsan. Namun demikian, informasi mengenai riwayat kesehatan tersebut masih berdasarkan keterangan saksi dan tidak dapat dijadikan sebagai kesimpulan pasti mengenai penyebab kematian korban.
*Keluarga Tolak Visum dan Autopsi*
Petugas kepolisian telah melakukan pengecekan TKP secara menyeluruh, meminta keterangan dari sejumlah saksi, serta melakukan dokumentasi di lokasi.
Pihak keluarga korban yang datang ke lokasi menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan pemeriksaan visum et repertum (VER) maupun autopsi terhadap jenazah korban.
“Dengan adanya penolakan VER dan autopsi dari pihak keluarga, maka penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis,” jelas Kapolsek Mandau.
Setelah proses penanganan dan pemeriksaan di lokasi selesai, jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka di Jalan Tegar untuk dimandikan, dishalatkan dan dimakamkan oleh pihak keluarga.
Hingga saat ini, Polsek Mandau menyatakan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di TKP. Situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman, tertib dan terkendali.
Polsek Mandau mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kejadian menonjol yang membutuhkan penanganan petugas. Masyarakat dapat menghubungi Call Center Polri 110 atau datang langsung ke Polsek Mandau terdekat untuk mendapatkan bantuan kepolisian.









