MAKASSAR — Liputan99.co.id – Rumah Sekolah Cendekia merayakan milad ke-20 melalui pentas seni bertema “Menyalakan Cahaya, Terus Bertumbuh.” Perayaan ini menjadi momentum untuk menegaskan komitmen sekolah dalam mendampingi anak mengenali potensi diri, mengembangkan kreativitas, serta membangun karakter dan kemandirian sejak dini.

Kegiatan yang melibatkan peserta didik jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Beragam penampilan, mulai dari tarian, musik, teater, hingga demonstrasi keterampilan bermain bola pingpong, menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan dan keberanian mereka di hadapan keluarga serta masyarakat.

Ketua Yayasan sekaligus Pembina Rumah Sekolah Cendekia, Ratna Juita, menekankan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan yang perlu ditemukan dan dikembangkan melalui pendampingan yang tepat.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari nilai akademik, tetapi juga dari kemampuan anak mengenali bakat, membangun kepercayaan diri, berinteraksi, serta mengembangkan potensi sesuai minatnya.

“Setiap anak pasti memiliki kelebihannya masing-masing. Tugas kita sebagai orang dewasa adalah membantu menemukan dan mengembangkan kelebihan tersebut,” demikian pesan Ratna Juita.

Kepala Sekolah Rumah Sekolah Cendekia, Impu Sanjaya, menjelaskan bahwa pentas seni tahunan bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses pembelajaran. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak belajar tentang kedisiplinan, kerja sama, kepemimpinan, dan keberanian mencoba hal baru.

Sekolah juga mendorong pembelajaran yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, membangun hubungan sosial yang sehat, serta membiasakan anak bertanggung jawab atas tindakannya.

Komitmen tersebut turut dirasakan oleh orang tua peserta didik. Suci, yang akrab disapa Bunda Mysha, mengungkapkan rasa syukurnya melihat perkembangan anak, terutama dalam kemampuan berbicara, keaktifan, sosialisasi, dan keberanian tampil di depan umum.

Apresiasi serupa disampaikan Lukman A. Bahar, orang tua Oryza Sativa. Ia menilai pendidikan di Rumah Sekolah Cendekia memberikan dampak positif terhadap perkembangan akademik, keterampilan, karakter, kemandirian, dan rasa percaya diri anak.

Menurutnya, lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, disertai pendampingan guru yang sabar serta penuh perhatian, turut membuat anak bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

Kehangatan milad ke-20 juga terasa melalui sajian kuliner Nusantara, seperti barobbo, kapurung, dan kue bolu. Sejumlah orang tua turut membawa makanan untuk dinikmati bersama, memperkuat suasana kekeluargaan antara pihak sekolah dan keluarga peserta didik.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan kolaborasi dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Memasuki usia dua dekade, Rumah Sekolah Cendekia membawa pesan bahwa pendidikan bukan hanya tentang mengejar prestasi akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi setiap anak untuk menemukan keistimewaannya, membangun karakter, dan tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta peduli terhadap sesama.

Melalui tema “Menyalakan Cahaya, Terus Bertumbuh,” Rumah Sekolah Cendekia menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi anak-anak dalam mengembangkan potensi dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

 

Penulis: Kanda Ali