SURABAYA, Liputan99.co.id — Momentum baru dalam perjalanan politik kebangsaan Indonesia hadir dari Kota Surabaya. Partai Nasionalis Nusantara (PNN) melaksanakan deklarasi pada Kamis, 1 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, bertempat di Museum H.O.S. Tjokroaminoto, Jalan Peneleh Gang VII No. 29–31, Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya, Jawa Timur.
Deklarasi yang berlangsung di tempat bersejarah tersebut menjadi momentum penting bagi PNN untuk memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan nilai dan semangat kebangsaan yang menjadi landasan perjuangannya.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PNN Teten Indra Abdillah dan Sekretaris Jenderal Menur Soekarno, PNN membawa semangat “Berakhlak, Nasionalis, Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur.”
Slogan “Rakyat Adalah Raja” juga menjadi bagian dari pesan yang dikedepankan PNN dalam memperkenalkan arah perjuangan politiknya kepada masyarakat.
DARI PENELEH, MEMBAWA PESAN KEBANGSAAN
Pemilihan Museum H.O.S. Tjokroaminoto sebagai lokasi deklarasi memberikan warna tersendiri. Tempat ini memiliki nilai sejarah dalam perjalanan pemikiran dan pergerakan kebangsaan Indonesia.
Karena itu, deklarasi PNN di Peneleh bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya nasionalisme, persatuan dan kedaulatan bangsa.
Bagi sebuah partai politik yang baru memperkenalkan diri kepada publik, deklarasi merupakan langkah awal. Perjalanan berikutnya akan ditentukan oleh kemampuan organisasi dalam menerjemahkan gagasan menjadi program serta kerja nyata yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
TETEN INDRA ABDILLAH: MEMBANGUN POLITIK BERLANDASKAN NILAI KEBANGSAAN
Sebagai Ketua Umum PNN, Teten Indra Abdillah menjadi figur yang memimpin struktur nasional partai tersebut dalam momentum deklarasi.
Sementara Menur Soekarno dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal PNN, yang memiliki posisi strategis dalam penguatan konsolidasi dan administrasi organisasi di tingkat nasional.
Kehadiran jajaran pengurus dan kader PNN dalam deklarasi tersebut memperlihatkan upaya membangun sebuah wadah politik dengan identitas yang menempatkan nilai kebangsaan sebagai salah satu pesan utama.
1 OKTOBER, MOMENTUM KEBANGSAAN
Deklarasi PNN yang berlangsung pada 1 Oktober bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, sehingga momentum tersebut memiliki konteks kebangsaan yang kuat.
PNN membawa pesan tentang Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur, dengan semangat persatuan serta nasionalisme sebagai bagian dari identitas yang diperkenalkan kepada masyarakat.
Dari Peneleh, Surabaya, PNN membuka lembaran baru perjalanan politiknya.
Bukan hanya tentang sebuah nama dan struktur organisasi, tetapi tentang bagaimana gagasan kebangsaan diterjemahkan menjadi perjuangan politik yang terbuka, konstitusional dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ketua Umum PNN: Teten Indra Abdillah
Sekretaris Jenderal PNN: Menur Soekarno
Berakhlak. Nasionalis. Bersatu. Berdaulat. Adil dan Makmur.
Rakyat Adalah Raja.
Indonesia Berdaulat.
Indonesia Adil.
Indonesia Makmur.









