Jakarta. Liputan99.co.id – 11/07/2026.Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditahan KPK, Kedua Tangan Diborgol Wajah Sayu
Usai jalani pemeriksaan Etik digelandang keluar dari gedung KPK sekitar pukul 02.30 WIB. Saat dibawa petugas Etik mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan kedua tangan Etik diborgol.
Etik Suryani dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan).
Bupati Sukoharjo Etik Suryani Ditahan KPK, Tangan Diborgol Pake Rompi Oranye
Bupati Sukoharjo Etik Suryani ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)! Penahanan dilakukan pada Sabtu (11/7/2026) dinihari usai ibu Bupati menjalani pemeriksaan intensif sejak Jumat kemarin. Usai diperiksa Etik dikawal petugas KPK masuk ke mobil tahanan. Wajah Etik terlihat sayu dan murung
Usai jalani pemeriksaan Etik digelandang keluar dari gedung KPK sekitar pukul 02.30 WIB. Saat dibawa petugas Etik mengenakan rompi tahanan berwarna oranye dengan kedua tangan Etik diborgol. Etik Suryani dijebloskan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan).Pemerintah
Saat digiring menuju mobil tahanan, Etik tidak memberikan komentar kepada awak media yang telah menunggu di lokasi. Ia memilih berjalan tanpa menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan wartawan.
Selain Etik Suryani, KPK juga menahan dua aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo, yakni Richard Tri Handoko dan Tri Mulyo.
Sebelumnya, Etik tiba di Gedung KPK pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 09.37 WIB untuk menjalani pemeriksaan. Saat itu ia mengenakan kemeja putih yang dipadukan dengan rompi hitam dan juga memilih bungkam ketika dimintai keterangan oleh media.
Etik Suryani merupakan salah satu pihak yang diamankan KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Solo Raya pada Kamis (9/7).
Dari 18 orang yang diamankan, KPK membawa sembilan orang ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Rombongan pertama yang terdiri atas empat orang, termasuk Etik Suryani, tiba di Gedung Merah Putih KPK pada Jumat (10/7) pagi.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan OTT tersebut diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pemerasan. Namun, KPK belum memerinci bentuk dugaan pemerasan maupun waktu terjadinya peristiwa tersebut.
“Untuk tempusnya nanti secara lengkap kami akan sampaikan dalam konferensi pers. Nanti kami akan update,” ujar Budi.
Ia mengatakan penyidik masih mendalami dugaan pemerasan tersebut, termasuk kaitannya dengan mayoritas pihak yang diamankan, yakni ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
“Kita akan dalami dalam pemeriksaan, dugaan tindak pidana pemerasan yang dilakukan oleh bupati ini kaitannya soal apa. Nanti kita akan sampaikan detailnya ya. Karena memang beberapa yang diamankan mayoritas adalah ASN di lingkungan Pemkab Sukoharjo,” kata Budi.
Menurut Budi, setelah diamankan, Etik bersama empat pihak lainnya terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal di Polresta Surakarta sebelum dibawa ke Jakarta untuk proses hukum lebih lanjut.
KPK menduga operasi tangkap tangan tersebut berkaitan dengan praktik pemerasan terhadap sejumlah perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Hingga kini, penyidik masih terus mendalami perkara dan menelusuri pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
KPK memastikan proses penyidikan akan terus dikembangkan guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat kepala daerah tersebut.
Lembaga antirasuah itu berencana menyampaikan kronologi OTT berikut konstruksi lengkap perkara pada Sabtu (11/7) pukul 10.00 WIB.









