Gorontalo- Liputan.co.id – Limbato.( 02/07/2028 ). Dr.Abd.Waris, M.Pd, Kepala Dinas Dikbud Kabupaten Gorontalo, Resmi Membuka Gelar Kegiatan Acara Seminar Pendidikan Tahun 2026, bertempat di gedung Kasmat Lahay Conversation Center ( KLCC ) Parasamya Purnakarya Nugraha Limboto Kabupaten Gorontalo Tahun 2026. Dengan Peserta undangan berjumlah kurang lebih 300 orang.
Unsur Peserta dari guru TK, SD, SMP, SMA dan SMK sekecamatan limboto kabupaten Gorontalo, waktu pelaksanaan kegiatan seminar pendidikan selama 1 hari.
Mengusung tema : “mendidik dengan empati, mengajar dengan rasa aman.”
Narasumber ada dua orang yakni yang pertama dari RSUD dr.Ainun Habibie Provinsi Gorontalo, Temmy Andreas Habibie, S.Psi, M.Si dengan judul pendekatan psikologi klinis dalam mendidik Generasi Alfa: membangun relasi yang aman, empatik.
Dan, Bermakna diera digital dan yang kedua dari Kejari Gorontalo, Danif Zaenu Wijaya, S.H, M.H, dengan judul materi : guru mengajar rasa Aman dan sebagai moderator, Dr.Maryam Ui M.Pd, Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Limboto Kabupaten Gorontalo Provinsi Gorontalo Tahun 2026.
Gelar kegiatan Acara Seminar Pendidikan Tahun 2026 turut dihadiri oleh : Kadis Dikbud Kabgor, Dr.Abd.Waris, M.Pd, Ketua PGRI Kabupaten Gorontalo, Dra. Hj Rapia Bahoea, M.Pd, Korwil Dikbud Limboto, Rukmin Doda, M.Pd,Ketua Cabang PGRI Limboto.( Kepala Sekolah SDN 11Limboto ), Suparman Pilomonu, S.Pd, M.Pd, Ketua Panitia Pelaksana, Ruwaida Koem, M.Pd, Sekretaris PGRI Cabang Limboto, Welfin Tuna dan seluruh peserta berjumlah kurang lebih 300 orang.
Usai menghadiri dan memberi sambutan ketua PGRI Kabupaten Gorontalo ditemui Crow awak media mengatakan : kegiatan seminar pendidikan tahun 2026 yang dilaksanakan PGRI Cabang Limboto sangat luar biasa, karena merangkul semua guru baik tingkat guru didik TK, SD, SMP, SMA dan SMK itu dapat memberikan agen perubahan terhadap persiapan pembelajaran tahun ajaran 2027.
Dan Insyaallah materi yang akan diterima hari ini, bisa bisa diperakteikan dikelas ataupun guru- guru yang tidak sempat hadir pada seminar pendidikan saat ini. ujarnya.
Harapan : Guru – guru hari ini Alhamdulillah begitu gembira suasananya meriah atau bahagia, nyaman menerima materi seminar pendidikan pada hari ini, karena itu memang adalah merupakan kebutuhan guru.
Dan, Termasuk salah satu program yang ada pada mandatoring PGRI, Tuturnya, Dra.Hj.Rapia Bahoea, M.Pd.
Selanjutnya Kepala Cabang PGRI Limboto ( Kepala Sekolah SDN 11 Limboto ). Kabupaten Gorontalo menyampaikan : untuk kegiatan seminar pendidikan ini yang diselenggarakan oleh PGRI Cabang Limboto, jadi untuk dokumentasi sebagai inflementasi dari program mandatoring PGRI, dimana program yang pertama adalah peningkatan kompetensi guru, ditindaklanjuti program seminar pendidikan yang dilaksanakan pada saat ini tahun 2026.
Ini juga kami ingin mengisi atau menanggapi tantangan, guru- guru ini diberikan bekal agar bisa menghadapi tantangan yang sehari-hari yang mungkin mereka hadapi dimana perkembangan saat ini anak – anak itu secara umum masuk pada generasi ALFA, dimana mereka itu sudah lahir dari pada massa ledakan teknologi era digital.
Dan, lanjut, lain sebagainya.Sehingga karakteristik itu agak selalu berbeda dengan Siswa – siswa dulu.Hari ini paling tidak mereka sudah mampu mengenali bagaimana karakteristik murid digenerasi ALFA, mereka bisa menyesuaikan perlakuan – perlakuan ataupun pendampingan belajar.
Ada dua tema, mendidik dengan empati,mengajar dengan rasa aman, ada dua narasumber yang pertama dari sekolah yang akan menjelaskan tentang bagaimana mendidik empati pada generasi ALFA, yang kedua adalah mendidik rasa aman yang menghadirkan narasumber dari ahli hukum dari Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, agar guru itu dalam proses pengambilan belajar itu bisa terhindar dari tindakan – tindakan yang berinflikasi hukum. Sekarang ini hebatnya kasus – kasus yang menimpa guru, karena melakukan pendisplinan kepada siswa.Jadi ketika mereka bagaimana memahami karakteristik murid digenerasi ALFA yang mereka didik sekarang ini, bisa melakukan penyesuaian dan juga mereka bisa melakukan tindakan – tindakan yang ada batasnya yang dimana mereka tidak bisa melakukan agar terhindar dari inflikasi hukum. Pungkasnya.
Harapan saya guru – guru itu.setidaknya dibekali pemahaman – pemahaman awal tentang generasi Alfa.Tentunya ini akan mendorong motivasi dari guru itu sendiri, semakin menulusuri, nah ini tidak mungkin selesai dalam belajar untuk generasi ALFA,itu juga aspek – aspek hukum.
Kemudian mereka setidaknya terdorong motivasi termotivasi untuk lebih mendalami lagi bagaimana generasi ALFA, dan bagaimana melatih kompetensi keterampilan mereka dalam mendidik agar tidak berdampak pada inflikasi hukum kepada diri mereka sendiri. Supaya mereka terlindungi dalam proses mengajar. Tuturnya: Suparman Pilomonu, S.Pd.









